Tipe Konverter dan Kombinasinya

 Artikel, Listrik Dasar, Uncategorized

Ini mengkonversi satu bentuk energi ke bentuk lainnya, yang cocok untuk sebuah motor. Mereka dapat didefinisikan sebagai perakitan komponen-komponen elektronika daya, yang mengkonversi satu atau lebih karakteristik dari sebuah sistem tenaga listrik. Untuk pengontrolan motor DC, tegangan DC variabel diperlukan. Untuk motor AC, sebuah frekuensi tetap, tegangan AC variabel, atau sebuah frekuensi variabel diperlukan. Untuk memenuhi persyaratan itu, alat-alat berikut digunakan. Di bawah ini diberi berbagai tipe konverter dan kombinasinya

1. Konverter AC ke DC

Screenshot_293

Konverter AC ke DC

Dalam sebuah penyearah tak terkontrol, tegangan DC konstan pada output berbeda dari suplai AC pada input. Dalam sebuah penyearah setengah gelombang, tegangan DC ariable pada output dengan arus dan tegangan positif dinamakan drive kuadran satu (single quadrant drive). Dengan penyearah gelombang penuh, tegangan DC berpolaritas positif/variable dan arus dalam arah positif dinamakan drive kuadran dua (double quadrant drive). Penyearah gelombang penuh mempunyai alat-alat komutasi seperti GTO (gate turn-off thyristors) dan power transistor. Ini merupakan suatu pengendali kuadran satu atau pengendali kuadran dua. Jika digunakan dengan sebuah penyearah gelombang penuh, dapat bervariasi empat fungsionalitas kuadran, yakni, tegangan dan juga arus dalam kedua arah.

2. Konverter DC ke DC

Konverter DC ke DC

Konverter DC ke DC

Juga dikenal sebagai choppers, ini memungkinkan tegangan DC variable pada output, dari tegangan DC tetap yang diberi pada input. Chopper menggunakan alat-alat seperti GTOs, thyristors, power MOSFETs, dan IGBTs (insulated gate bipolar transistor).

3. Konverter atau Inverter DC ke AC

Inverter DC ke AC

Inverter DC ke AC

Penggunaan inverter untuk menjamin tegangan AC berfrekuensi variabel pada output dari tegangan DC tetap yang diberi pada inputnya. Ini adalah jenis sumber tegangan atau jenis sumber arus. Arus atau tegangan output dapat diubah bersama dengan frekuensi melalui tegangan input DC yang bervariasi. Ini terjadi dengan memberi tegangan DC ke inverter melalui sebuah penyearah. Tegangan variabel, frekuensi AC variabel bisa diperoleh dengan menggunakan PWM (pulse width modulation) untuk pengontrolan inverter.

Author: 

No Responses

Comments are closed.