tipe konstruksi motor listrik

 Artikel, Elektro Dasar, elektronika
loading...

Karakteristik operasi motor induksi tiga fasa rotor sangkar, ditentukan oleh tahanan rotor, celah udara antara stator dan rotor, bentuk alur (slot) dan gigi-gigi (teeth) dari stator dan rotor. Faktor-faktor tersebut akan mempengaruhi arus awal, torsi awal, torsi maksimum, prosentase regulasi dan efisiensi.

Pabrik telah membuat berbagai tipe konstruksi motor untuk berbagai keperluan, diantaranya :

  • Kelas A, adalah motor yang digunakan secara umum (general purpose motor) mempunyai arus awal yang rendah, memilikitorsi awal sebesar 1,25% – 1,75%torsi rata-rata, arus awal 5 – 7 kali arus nominal. Motor-motor jenis banyak digunakan pada mesin tools, blower, pumpa dan sejenisnya.
  • • Kelas B juga dibuat sebagai general purpose yang dapat langsung tersambung ke jala-jala, tanpa alat bantu starting. Motor ini mempunyai tahanan reaktansi lebih tinggi, sehingga arus awalnya hanya 4,5 – 5 kali arus nominal. Faktor daya lebih kecil dari mator Kelas A
  • Kelas C, motor yang dibuat dengan double cage, dapat di start langsung dengan tegangan penuh. Arus awal 4,5 – 5 kali arus nominal dan torsi awalnya lebih dari dua kali torsi output. Motor ini banyak digunakan untuk tekan, pompa refrigerator, crusher, conveyor, boring mills, mesin-mesin tekstil, dan sejenisnya.
  • Kelas D, mempunyai tahanan reaktansi yang cukup tinggi, digunakan pada meralatan yang memerlukan torsi awal (starting torque) yang berat/tinggi. Efisiensi lebih rendah dari ketiga Kelas motor di atas. Motor ini dapat di sambung langsung ke jala-jala dengan arus awal 4-5 kali arus nominal. Torsi awal 2-3 kali torsi beban penuh. Karena efisiensinya yang rendah pemakaian motor ini sifatnya khusus misalnya untuk mesin bulldozer, mesin potong, hoist, punch press, dan sejenisnya

Author: 

No Responses

Comments are closed.