Tim Drone UI Membanggakan Indonesia di Amerika Serikat

 Review
loading...

tim-drone-ui-membanggakan-indonesia-di-amerika-serikat

Aerial photography atau fotografi udara menggunakan drone sedang ramai digemari, baik yang memang berprofesi sebagai fotografer maupun bagi penikmat yang sekadar memiliki hobi di bidang potret-memotret.

Pada dasarnya, drone merupakan berbagai jenis kendaraan udara yang dioperasikan tanpa menggunakan awak atau pilot. Jika selama ini Anda lebih mengenal drone sebagai jenis pesawat yang dikendalikan untuk terbang di udara, Tim Autonomous Marine Vehicle dari Universitas Indonesia mampu menciptakan drone bawah laut yang multifungsi sekaligus membanggakan negara di Amerika Serikat (AS).

Kemampuan para mahasiswa Indonesia sejatinya tidak kalah dari pihak lain di seantero dunia. Partisipasi Tim Autonomous Marine Vehicle dalam sebuah kompetisi robot internasional bergengsi bertajuk 2106 International RoboBoat Competition di Virginia, AS, menunjukkan bahwa Indonesia mampu bersaing.

            Robot yang mereka beri nama Makara 05 dan Makara 06.2 sudah dilengkapi dengan kamera yang berguna untuk mengabadikan target yang dituju, mengeksplorasi serta mendeteksi objek di lautan.

Hasil karya tim Autonomous Marine Vehicle mendapat apresiasi tingkat dunia. Mereka termasuk ke delapan tim dari seluruh dunia yang diminta untuk mempresentasikan karyanya secara langsung ke Virginia pada 4 hingga 10 Juli 2016.

            Dalam mengembangkan Makara 05 dan Makara 06, tim Autonomous Marine Vehicle memanfaatkan dana hibah yang diberikan oleh Tanoto Foundation dalam Tanoto Student Research Award.

            Ajang ini merupakan bagian sekian banyak kegiatan Tanoto Foundation. Selain memberi bantuan beasiswa, Tanoto Foundation juga mendukung riset yang dilakukan oleh para mahasiswa dengan memberikan dana hibah penelitian ke sejumlah perguruan tinggi di Indonesia yang dimanfaatkan untuk penelitian. Untuk melaksanakan Tanoto Student Research Award, Tanoto Foundation bermitra dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yaitu Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Institut Tekonologi Bandung, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Hasanuddin.

            Hingga kini, tak kurang dari 303 penelitian yang mendapatkan dukungan dari keluarga Sukanto Tanoto. Keluarga Sukanto Tanoto melakukannya karena sadar Indonesia masih tertinggal dalam jumlah peneliti. Pada 2013, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menyatakan Indonesia masih defisit periset hingga 200 juta orang. Padahal, jumlah peneliti berpengaruh besar terhadap kemajuan sebuah bangsa. Semakin banyak keberadan periset di dalamnya, makin tinggilah daya saing sebuah negara.

            “Kami tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tapi kami ingin mendukung generasi muda menjadi pemimpin-pemimpin yang mampu membawa Indonesia ke era yang lebih baik lagi,” kata anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation, Anderson Tanoto.

Author: 

No Responses

Comments are closed.