Tahanan tergantung pada suhu

 Artikel, Listrik Dasar, Uncategorized

Bahan yang dalam kondisi dingin menghantarkan arus dengan lebih baik dari pada dalam kondisi panas, disebut penghantar dingin. Termasuk kelompok ini yaitu praktis semua logam murni dan beberapa bahan semi penghantar.

Bahan yang dalam kondisi panas menghantarkan arus dengan lebih baik dari pada dalam kondisi dingin, disebut penghantar panas. Termasuk disini yaitu arang, sebagian besar bahan semi penghantar dan oksida logam tertentu. Sebagian logam pada pendinginan mendekati titik nol absolut (-273,2 OC) tahanannya menghilang dengan sangat tiba-tiba yaitu praktis pada nilai nol. Maka bahan seperti ini menghantarkan arus dengan “sangat baik”. Oleh karena itu disebut penghantar super (super conductor). Termasuk dalam kelompok ini yaitu alumunium, tin (timah), timbel (timah hitam), air raksa, niob (columbium).

Perlu diperhatikan, bahwa untuk perbedaan temperatur menggunakan satuan Kelvin (K) dan tidak lagi derajat Celsius (°C). Ini tidak menimbulkan kesulitan, karena perbedaan temperatur 1°C sama dengan perbedaan temperatur 1 K. Sejalan dengan hal tersebut satuan °C untuk menyatakan temperatur dapat terus digunakan.

Contoh :

1. Temperatur penghantar tembaga berubah sekitar 20 K (bukan 20 °C).

2. Temperatur lilitan motor sebesar 20 °C. Untuk ini dapat juga dikatakan : 293 K, disini 0 °C senilai dengan 273 K atau 0 K sesuai dengan -273 °C.

Reaksi penghantar dingin dapat diterangkan, bahwa pada asutan panas yang lebih kuat atas atom-atom didalam kisi-kisi kristal, lebih besar pula tumbukan elektron-elektron yang bergerak dengan atom-atom (ionion atom) sehingga memberikan tahanan yang lebih besar

eberapa contoh koefisien temperatur (berlaku untuk perubahan temperatur mulai dari suhu 20 OC) sbb :

Tahanan tergantung pada suhu

Author: 

No Responses

Comments are closed.