Starting Motor DC

 Artikel, Elektro Dasar
loading...

Belitan jangkar nilai tahanan sangat kecil, saat starting arus starting akan besar sekali mengalir pada rangkaian jangkar. Hal ini akan merusak belitan jangkar A1-A2, komutator dan sikat arang. Agar arus starting kecil, maka ditambahkan tahanan awal pada rangkaian jangkar RV . Setelah motor berputar sampai dicapai putaran nominalnya tahanan awal RV tidak difungsikan

Karakteristik arus

Karakteristik arus Pengasutan Motor DC

Untuk mengatur putaran motor DC dilakukan dengan mengatur arus eksitasi penguat medan magnet dengan tahanan geser yang dipasang seri dengan belitan penguat Shunt E1-E2. Pengatur Starting dan pengatur putaran motor DC merupakan satu perangkat yang dipasang pada sebagai pengendali motor DC. Tahanan pengendali motor DC disambungkan seri dengan jangkar motor DC, tahanan totalnya sebesar (RV + Rjangkar). Tahanan depan Jangkar RV dibuat dalam empat step, step pertama nilai tahanan maksimum, arus mengalir ke rangkaian jangkar sebesar I = U/(RV+Rjangkar). Nilai tahanan digeser ke step kedua, berikutnya step tiga, step empat dan step terakhir arus mengalir ke jangkar adalah arus nominalnya. Karakteristik arus jangkar fungsi tahanan RV + Rjangkar

Rangkaian motor DC dengan penguat magnet terpisah. Rangkaian jangkar terdiri dari tahanan jangkar RA. Ketika belitan jangkar berada pada medan magnet dan posisi jangkar berputar, pada jangkar timbul gaya gerak listrik yang arahnya berlawanan gambar-6.33. Pada belitan jangkar terjadi drop tegangan sebesar (IA.RA).

Author: 

No Responses

Comments are closed.