Solenoid

 Artikel, Uncategorized

Jika sebuah penghantar digulung dalam beberapa lilitan, maka kumparan yang dibentuk oleh penghantar tersebut disebut solenoid. Aplikasi  solenoid adalan untuk sakelar arus kuat dan atau digunakan untuk  merubah energi listrik menjadi energi mekanik. Banyak solenoid mempunyai 2 kumparan untuk kerja yang lebih efisien. Contoh solenoid pada motor starter.

Aplikasi Elektromagnetik Pada Solenoid Starter

Aplikasi Elektromagnetik Pada Solenoid Starter

Kumparan pertama berfungsi untuk menarik plunyer pada posisinya. Ini  dinamakan kumparan penarik. Sedang kumparan kedua menahan plunyer
pada tempatnya setelah plunyer tersebut ditarik. Kumparan itu disebut  kumparan penahan. Kumparan penahan terdiri dari lilitan kawat yang  banyak. Medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan tersebut tidak cukup kuat untuk menarik plunyer masuk, tetapi cukup kuat untuk  menahan plunyer pada tempatnya setelah plunyer digerakkan ke posisi  masuk.

Kumparan penarik mempunyai lilitan yang lebih sedikit terdiri dari kawat dengan penampang lebih besar dan akibatnya menarik arus yang  lebih besar dari pada kumparan penahan. Ketika solenoid diaktifkan,  kedua kumparan mempunyai energi. Kumparan penahan secara  permanen dimassakan, tetapi kumparan penarik pemassaannya melalui  kumparan motor starter. Segera setelah kontak utama menutup kumparan  penahan kehilangan massanya dan akibatnya tidak bekerja. Kumparan penahan tidak menahan plunyer pada posisinya

Author: 

No Responses

Leave a Reply