Sejarah Penemuan Muatan Listrik

 Artikel, Elektro Dasar
loading...

Listrik sudah ada sejak jagat raya ini ada. Bahkan saat kehidupan belum ada di planet bumi kita, lebih dari 4 milyar tahun lalu, ledakan petir sudah menghantarkan listrik menerangi langit. Dalam dua abad terakhir, para ilmuwan sedikit demi sedikit mulai rnengungkap misteri listrik. Kemajuan dalam pengungkapan ini berhubungan erat dengan kemajuan ilmu pengetahuan lain. Para penemu telah mengubah energi listrik yang sebelumnya tak terkontrol menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat bagi kita

Petir

Sejak zaman Yunani kira-kira 2600 tahun yang lalu, Thales of Miletus telah memperhatikan fenomena sebuah benda fosil mirip kaca yang digosokan dapat menarik benda-benda tertentu secara “ajaib”, seperti misalnya pakaian yang terbuat dari bulu binatang. Fenomena ini telah menjadi perhatian banyak kalangan sampai berabad-abad kemudian. Saat itu fosil tersebut dalam bahasa Yunani dinamai elektron, dalam bahasa Inggris ini dikenal sebagai batu ambar (amber) yang berasal dari bahasa Arab anbar. Kejadian alam ini belum dapat dijelaskan secara ilmiah kecuali menganggapnya sebagai sebuah “sihir” semata.

Pada tahun 1600-an, seorang dokter istana Inggris, William Gilbert meneliti “keajaiban” batu ambar tersebut secara ilmiah dan membedakannya dari fenomena kemagnetan. Gilbert menamai gejala batu ambar ini dan gejala apapun yang serupa dengan itu dengan nama electrica (dalam bahasa Yunani batu ambar disebut electron), tetapi dalam bahasa bahasa Indonesia disebut listrik, dan tidak disebut elektron. Sekarang istilah elektrik atau listrik dipakai untuk menamai semua gejala yang berhubungan dengan ion (elektron dan proton) serta peristiwa-peristiwa yang terkait dengannya.

Gejala kelistrikan statik baru dipelajari intensif pada tahun 1700-an oleh seorang Ilmuan Perancis bernama Charles Dufay. Ia berhasil menunjukkan adanya dua jenis gejala. Pertama bahwa gejala listrik ini dapat menimbulkan efek tarik-menarik pada benda tertentu dan yang kedua dapat menyebabkan tolak-menolak. Dalam perkembangan selanjutnya dari dua gejala ini disimpulkan terdapat dua jenis sumber listrik (yang kemudian disebut muatan listrik). Dufay menamakan gejala ini dengan istilah resinous (yang bersifat -) dan vitreous (yang bersifat +). Perkembangan selanjutnya adalah ditemukannya mesin pembangjkit (generator) muatan listrik. Generator elektrostatik yang pertama kali dikembangkan oleh Francis Hauksbee (1666-1713) pada tahun 1710, mampu menghasilkan muatan listrik yang semakin besar. Selain dihantarkan, muatan listrik juga berinteraksi satu dengan lainnya. Charles Augustin de Coulomb (1736-1806) merupakan ilmuwan pertama yang mengukur bagaimana muatan listrik berinteraksi

Seorang ilmuan, sastrawan, politisi dan terutama salah seorang penggagas deklarasi kemerdekaan Amerika, Benjamin Franklin pada tahun 1752 kemudian menyatakan bahwa fenomena kilat dan batu ambar merupakan gejala yang sama dan menamakan (memberi tanda) kedua jenis listrik (muatan listrik) ini sebagai positif (+) dan negatif (-). Penamaan ini dipakai hingga saat ini dan amat membantu dalam menjelaskan gaya elektrostatik

Pada masa awal eksperimen tentang listrik, para ilmuwan belum menemukan baterai untuk menyimpan listrik. Sebagai pengganti listrik itu, mereka membuat sendiri dengan menggosokkan dua benda tertentu. Alessandro Volta pada tahun 1800 membuat sketsa tumpukan volta berbentuk U, yang merupakan baterei berukuran praktis pertama. Satuan potensial listrik yang merupakan kekuatan atau ‘tegangan listrik’ dari muatan yang mengalir dinamakan volt. Sirkuit rumah modern mempunyai 110 atau 220 volt dan jaringan tegangan tinggi yang mempunvai 500.000 volt atau lebih.

Author: 

No Responses

Comments are closed.