Pengendalian Kontaktor Elektromagnetik

 Artikel, Elektro Dasar, Elektromagnetik, Uncategorized

Komponen kontrol relay impuls bekerja seperti saklar toggle manual, bedanya relay impuls bekerja secara elektromagnetik. Ketika saklar S1 di-ON-kan relay impuls K1 dengan terminal A1 dan A1 akan energized sehingga kontak posisi ON. maka lampu E1 akan menyala. ketika saklar S1 posisi OFF mekanik pada relay impuls tetap mengunci tetap ON. Saat S1 di ON yang kedua, mekanik impuls lepas dan kontak akan OFF, lampu akan mati.

Kontrol relay

Kontrol relay impuls

Komponen timer OFF-delay bekerja secara elektromagnetik. Saklar S2 di-ON-kan, koil timer OFF-delay K2 akan energized dan mengakibatkan saklar akan ON dan lampu menyala. Timer di setting pada waktu tertentu misalkan lima menit. Setelah waktu lima menit dicapai dari saat timer energized, mekanik timer OFF delay akan mengOFF-kan saklar dan mengakibatkan lampu mati. Dalam pemakaiannya timer dikombinasikan dengan kontaktor, sehingga waktu ON dan OFF kontaktor bisa disetting sesuai dengan kebutuhan.

Timer OFF

Timer OFF

Koil kontaktor Q1 dalam aplikasinya dihubungkan paralel dengan diode R1, Varistor R2 atau seri R3C1. Koil Q1 yang diparalel dengan diode R1 gunanya untuk menekan timbulnya ggl induksi yang ditimbulkan oleh induktor pada koil Q1. Sedangkan varistor R2 memiliki karakteristik untuk menekan arus induksi pada koil agar minimal dengan mengatur besaran resistansinya. Koil Q1 yang diparalel dengan R3C1 akan membentuk impedansi sehingga arus yang mengalir ke koil minimal dan aman.

Bentuk Koil Set-Reset dengan dua belitan dan dapat melayani dua saklar yang berfungsi sebagai saklar Setting (tombol S) dan saklar Reset (tombol R) gambar-7.20. Ketika tombol S di ON mekanik koil akan meng-ON-kan saklar dan lampu akan menyala. Diode R1, berpasangan dengan K1 dan diode R4. Ketika tombol R di ON koil energized dan sistem mekanik akan meng OFF kan saklar dan lampu akan mati. Diode R2, berpasangan dengan K1 dan diode R3.

Author: 

No Responses

Comments are closed.