Pengasutan Motor Slipring

 Artikel
loading...

Motor slipring  atau sering disebut motor rotor lilit termasuk motor induksi 3 phasa dengan rotor belitan dan dilengkapi dengan slipring yang dihubungkan dengan sikat arang ke terminal. Motor slipring dirancang untuk daya besar. Motor slipring pada terminal box memiliki sembilan terminal, enam terminal terhubung dengan tiga belitan stator masing-masing ujungnya (U1-U2, V1-V2 dan W1-W2), tiga terminal (K-L-M) terhubung ke belitan rotor melalui slipring. Ada tiga cincing yang disebut slipring yang terhubung dengan sikat arang. Sikat arang ini secara berkala harus diganti karena akan memendek karena aus

Bentuk fisik

Pengasutan rotor lilit belitan rotor yang ujungnya terminal K-L-M dihubungkan dengan resistor luar yang besarnya bisa diatur. Dengan mengatur resistor luar berarti mengatur besarnya resistor total yang merupakan jumlah resistansi rotor dan resistansi luar (Rrotor+ Rluar), sehingga arus rotor I2 dapat diatur.

Ketika resistor berharga maksimum, arus rotor yang mengalir minimum, sekaligus memperbaiki faktor kerja motor. Kelebihan pengasutan rotor lilit yaitu diperoleh torsi starting yang tinggi, dengan arus starting yang tetap terkendali.

Pengawatan Motor

1. Ketika Q2, Q3, Q4 OFF resistansi rotor maksimum (RA= R1+R2+R3).

2. Saat Q2 ON resistansi luar RA=R2+R3.

3. Ketika Q3 ON resistansi RA=R3 saja.

4. Ketika Q4 ON rotor kondisi terhubung singkat RA=0, motor bekerja nominal.

Pengasutan Slipring termasuk pengasutan dengan menambahkan tahanan pada rangkaian rotornya, hanya bisa dilakukan pada motor 3 phasa jenis rotor lilit. Dengan mengatur besaran tahanan rotor, arus dan torsi starting dapat diatur besarnya.

Author: 

No Responses

Comments are closed.