Mikrokontroler Mode Single Chip

 Artikel, Mikroprosesor
loading...

Pada mode ini, mikrokontroller bekerja terbatas sesuai dengan kemampuan yang tersedia pada satu chip mikrokontroller itu sendiri tanpa memiliki saluran alamat dan data keluar.  Semua kode program disimpan pada EEPROM sebesar 512 byte yang  beralama tkan $FE00 -$FFFF.  Pada mode ini semua pin dapat dipergunakan sebagai input/output port  dan semua aktivitas alamat serta data harus berada pada internal memory yang di dalam mikrokontroler. Untuk fungsi -fungsi penggunaan yang mudah dan pembuatan program  yang relatif kecil serta dapat ditampung sesuai kapasitas memori intern,  mikrokontroler dapat dioperasikan atau dapat dibangun pada “Single Chip Mode”. Program dibuat dan ditempatkan pada EEPROM yang tersedia di  dalam chip mikrokontroler itu sendiri sedangkan data temporernya disimpan pada internal RAM. Pada fungsi ini, mikrontroller bekerja hanya dengan dirinya sendiri tidak  dengan bantuan perangkat memori dan peripheral input output dari luar.

Mode Single Chip

Sinyal masukan dan keluaran langsung disambungkan ke pin -pin pada  PORT yang tersedia dalam IC mikrokontroler itu sendiri. Dengan demikian secara phisik suatu kontrol dengan mikrokontroler single chip  tidak memerlukan tempat yang besar. Karena kapasitas memori yang  tersedia pada single chip biasanya kecil, penggunaan mikrokontroler  pada mode single chip menjadi sangat terbatas untuk program-program  pendek saja. Dengan adanya fungsi -fungsi seperti timer, watchdog-system, analog to  digital conversion untuk keperluan masukan analog, interface untuk komunikasi data serial, port paralel dan serial serta port-port digital  lainnya sebuah chip mikrokontroler dapat difungsikan sebagai ”Single Chip”, sedangkan untuk mikroprosessor tambahan fungsi -fungsi di atas  tidak ditemukan.

Author: 

No Responses

Leave a Reply