Langkah-langkah menggunakan Multimeter

 Artikel, Uncategorized

Langkah-langkah menggunakan Multimeter adalah sebagai berikut ;

  1. Baca dengan teliti buku petunjuk penggunaan (manual  instruction) Multimeter yang dikeluarkan oleh pabrik  pembuatnya.
  2. Multimeter adalah alat ukur yang dapat digunakan untuk  mengukur tegangan (Multimeter sebagai Volt-meter), mengukur  Arus (Multimeter sebagai Ampere-meter), mengukur  Resistans/Tahanan (Multimeter sebagai Ohm-meter).
  3. Sebelum dan sesudah Multimeter digunakan, posisi saklar  jangkauan ukur harus selalu berada pada posisi ACV dengan  batas ukur (range) 250ACV atau lebih.
  4. Kabel penyidik (probes) Multimeter selalu berwarna merah dan  hitam. Masukkanlah kabel yang berwarna merah ke lubang  penyidik yang bertanda (+) atau out, dan kabel yang berwarna  hitam ke lubang penyidik yang bertanda (-) atau common.
  5. Pada saat akan melakukan pengukuran dengan Perhatikan  apakah jarum penunjuk sudah berada pada posisi angka nol.  Jika belum lakukanlah peneraan dengan cara memutar sekrup  pengatur posisi jarum (preset) dengan obeng minus (-).
  6. Posisi saklar jangkauan ukur harus pada posisi yang sesuai  dengan besaran yang akan diukur. Jika akan mengukur  tegangan listrik bolak balik (ACV) letakkan saklar pada posisi  batas ukur (range) yang lebih tinggi dari tegangan yang akan  diukur. Jika mengukur tegangan bolak balik 220V/220 ACV,  letakkan saklar pada posisi batas ukur (range) 250 ACV. Hal  yang sama juga berlaku untuk pengukuran tegangan listrik
    searah (DCV), kuat arus (DCmA-DCµA), dan tahanan/resistan  (resistance).
  7. Pada pengukuran DCV, kabel penyidik (probes) warna merah  (+) diletakkan pada kutub positip, kabel penyidik (probes)  warna hitam (-) diletakkan pada kutub negatip dari tegangan  yang akan diukur.
  8. Jangan sekali-kali mengukur kuat arus listrik, kecuali kita sudah  dapat memperkirakan besarnya kuat arus yang mengalir.
  9. Untuk mengukur tahanan/resistan (resistance) , letakkan saklar  jangkauan ukur pada batas ukur (range) Ω atau kΩ (kilo Ohm),  pertemukan ujung kedua kabel penyidik (probes), tera jarum  penunjuk agar berada pada posisi angka nol dengan cara  memutar-mutar tombol pengatur jarum pada posisi angka nol  (zero adjustment).
  10. Berhati-hatilah jika akan mengukur tegangan listrik setinggi 220  ACV

Author: 

No Responses

Leave a Reply