Kontrol dan Indikator Insulation Tester

 Artikel
loading...

Insulation Tester biasanya digunakan untuk mengukur nilai  tahanan/resistan (resistance) dari isolasi (insulation) yang membungkus  bahan penghantar yang digunakan pada kabel listrik. Secara normatif  tegangan listrik setinggi 1 Volt membutuhkan isolasi yang memiliki nilai tahanan/resistans (resistance) sebesar 1000 Ohm (1kΩ). Kerusakan pada  isolasi akan mengakibatkan kebocoran tegangan listrik yang dapat membahayakan manusia penggunanya. Alat ini biasanya digunakan pada  industri trafo, pemasangan jaringan listrik, dan motor listrik. Namun demikian dapat juga dipakai untuk mengukur tegangan AC (Alternating  Current), dan tahanan/resistan (resistance) pada pesawat televisi. Kontrol dan indikator dari Insulation Tester ditampilkan gambar berikut

Insulation Tester

  1. Output Jacks, MΩ. Berguna untuk memeriksa isolasi, apakah ada kebocoran tegangan listrik. Kabel penyidik (probes) warna merah dimasukkan ke jacks warna merah, kabel penyidik (probes) warna hitam dimasukkan ke jacks warna hitam.
  2. Input Jacks, ACV digunakan untuk pengukuran tegangan AC dan  nilai tahanan/resistan (resistance)
  3. papan Skala
  4. Indikator “ON”
  5. “ON MΩ”, saklar pilih untuk pengukuran tahanan/resistan tinggi (high resistance). “OFF (ACV)”, saklar pilih untuk tegangan AC, dan  “Battery (B) Chek” untuk memeriksa tegangan baterai.
  6. Saklar “MΩ/ACV”. Saklar “MΩ”untuk pilihan mode uji isolasi  (insulation test). Saklar jangkauan ukur “ACV” untuk mode  pengukuran tegangan AC.
  7. Pengatur posisi jarum pada angka nol secara mekanik (Mechanical  Zero Adjust).

Author: 

No Responses

Leave a Reply