Dua teori penting mendasari model kuantum

 Elektro Dasar, Uncategorized

Meskipun model atom Bohr banyak digunakan karena kesederhanaan dan kemudahan dalam visualisasi, tetapi model atom Bohr bukan merupakan model yang lengkap. Model kuantum, merupakan model model atom yang lebih baik dan baru, dan dianggap lebih akurat. Model kuantum adalah model statistik dan lebih sulit dalam memahami ataupun visualisasi. Kesamaan dengan model Bohr, model kuantum juga memiliki inti dari proton dan neutron yang dikelilingi oleh elektron. Sedangkan sisi yang membedakan dengan model atom Bohr, bahwa electron-elektronb dalam model kuantum tidak ada dalam orbit lingkaran yang tepat sebagai partikel. Dua teori penting mendasari model kuantum: dualitas gelombang-partikel dan prinsip ketidakpastian.

Anti Matter

Dualitas Gelombang-Partikel. Sama seperti cahaya dapat bersifat gelombang dan partikel (foton), elektron diperkirakan menunjukkan karakteristik ganda. Kecepatan sebuah elektron yang mengorbit dianggap panjang gelombang, yang mengganggu tetangga gelombang elektron dengan memperkuat atau membatalkan satu sama lain.

Prinsip Probabilitas. Bentuk gelombang periodik dibatasi dengan nilai puncak positif dan puncak negatif, dengan demikian gerakan elektron yang bertindak sebagai fungsi bentuk gelombang tidak dapat diidentifikasi secara tepat dimana posisi elektron-elektron bergerak secara periodik. Menurut Heisenberg, tidak mungkin untuk menentukan secara simultan baik posisi dan kecepatan dari sebuah elektron dengan tingkat kepastian dan keakuratan yang tepat. Berdasarkan kesulitan ini, maka digunakanlah model konsep atom probabilitas, yang merupakan deskripsi secara matematis dimana posisi elektron dalam atom paling mungkin untuk diprediksi.

Author: 

No Responses

Comments are closed.