Dioda Semikonduktor

 Artikel, Elektro Dasar
loading...

Dioda semikonduktor dibentuk dengan cara menyambungkan semikonduktor type p dan type n. Pada saat terjadinya sambungan (junction) p dan n, hole-hole pada bahan p dan elektron-elektron pada bahan n disekitar sambungan cenderung untuk berkombinasi. Hole dan elektron yang berkombinasi ini saling meniadakan, sehingga pada daerah sekitar sambungan ini kosong dari pembawa muatan dan terbentuk daerah pengosongan (deplection region). Oleh karena itu pada sisi p tinggal ion-ion akseptor yang bermuatan negatip dan pada sisi n tinggal ion-ion donor yang bermuatan positip. Namun proses ini tidak berlangsung terus, karena potensial dari ion-ion positip dan negatip ini akan mengahalanginya. Tegangan atau potensial ekivalen pada daerah pengosongan ini disebut dengan tegangan penghalang (barrier potential). Besarnya tegangan penghalang ini adalah 0.2 untuk germanium dan 0.6 untuk silikon.

Struktur Dioda Semikonduktor

Struktur Dioda Semikonduktor

Junction dioda atau dioda semikonduktor pada hakekatnya adalah PN-Junction. Karakteristik pokok yang dimiliki oleh dioda semikonduktor adalah sifatnya yang tidak simetri, maksudnya arus yang mengalir melewati dioda pada arah tertentu jauh lebih kecil dari pada arus yang mengalir pada arah yang berlawanan. Oleh karena sifatnya ini maka dalam pemakaian banyak digunakan sebagai perata arus. Gambar berikut menunjukan konstruksi suatu junction dioda, beberapa bentuk fisik dan simbul dari suatu dioda.

Author: 

No Responses

Leave a Reply