Cara Kerja Relai

 Elektro Dasar, Uncategorized

Relai adalah sebuah alat yang dapat menghubungkan atau  memutuskan arus yang besar meskipun dengan energi kecil. Bagian
utama sebuah relai yaitu:

Relai dan skemanya

Apabila arus mengalir melalui kumparan, M, maka sauh ditarik oleh M,  sehingga kontak K bersentuhan. Arus yang mengalir melalui  kumparan disebut arus primer. Arus yang dialirkan oleh kontak disebut  arus sekunder. Jika arus primer tidak mengalir, maka sauh tertarik  oleh pegas, kontak terputus. Skema relai ditunjukkan pada Gambar b  di atas. Relai banyak digunakan dalam bidang teknik untuk mengatur suatu  alat dari jarak jauh, misalnya pada motor listrik. Motor listrik dihubungkan dan diputuskan dengan cara menutup dan  membuka sakelar S. Ketika S ditutup, arus listrik kecil mengalir melalui  elektromagnet, ujung kiri elektromagnet menarik jangkar besi lunak  yang berbentuk L. Pergerakan ini menyebabkan jangkar besi lunak  menekan kontak C yang berada di bawah sehingga naik ke atas dan  terhubung. Dengan terhubungnya kontak C, maka baterai terhu bung  ke motor listrik, dan arus listrik mengalir ke dalam motor listrik. Ketika  sakelar S dibuka, arus listrik yang melalui elektromagnet terputus,  kontak C terbuka dan motor berhenti berputar.

Perhatikan Gambar  berikut. Ada dua rangkaian terpisah dan kontak relai C terbuka. Dengan menutup sakelar S di rangkaian  sebelah kiri, kontak C akan menutup dan menghubungkan rangkaian  di sebelah kanan. Satu keuntungan dari sistem ini adalah sakelar sakelar dan kabel-kabel penerangan yang hanya sesuai untuk arus  kecil dapat dipakai untuk mengatur mesin-mesin listrik yang berarus  besar, misalnya pada dinamo starter mobil

Relai magnetik pada motor listrik

Author: 

No Responses

Comments are closed.