Belajar mikrokontroler Arduino

 mikrokontroler, Uncategorized

Arduino sudah menjadi salah satu modul mikrokontroler yang cukup populer sejak beberapa tahun ini. Sifatnya yang open source dan semakin banyak dukungan library gratis di internet adalah salah satu alasan mengapa Arduino bisa populer yang bisa ditemui di hampir setiap toko online elektronik. kita tinjau dulu apa yang bisa dilakukan oleh Arduino dalam mengendalikan peralatan elektronik.  Semua jenis modul Arduino memiliki port masukan (input) dan keluaran (output) digital yang bisa dihubungkan langsung ke peralatan misalnya tombol, saklar, sensor (masukan) dan relay, LED (keluaran).   Jumlah port tergantung dari jenis Arduino, apakah Uno, Mega, atau Micro.

belajar-mikrokontroler-arduino

Apa yang dapat dilakukan selain hanya sekedar mengendalikan lampu? Papan Arduino merupakan basic module yang dapat kita tumpuk secara bertingkat dengan modul tambahan lain (istilah yang digunakan adalah SHEILD) yang memiliki fungsi tersendiri

Contoh sheild yang beredar di pasaran:

– Character LCD and Button shield: untuk menayangkan pesan melalui LCD 16×2 karakter dan terdapat beberapa tombol, bisa kita manfaatkan untuk navigasi menu.

– Graphics TFT-LCD shield: untuk menampilkan pesan berupa grafik dan sekaligus dapat menerima input melalui layar sentuh. – WiFi shield: untuk berkomunikasi melalui jaringan W-LAN, baik intranet maupun internet. – Ethernet shield: untuk berkomunikasi melalui LAN menggunakan kabel ethernet.

– GSM/GPRS sheild: untuk berkomunikasi melalui jaringan GSM (fitur SMS) atau GPRS (fitur internet mobile).  Jika dilengkapi dengan GPS, dapat pula untuk mengetahui lokasi.

– USB-Host shield: untuk berkomunikasi melalui USB, contohnya kita dapat menerima masukan dari USB mouse/keyboard ( Human Input Device, HID), membaca/menulis USB Flash disk, berinteraksi dengan perangkat XBox, berinteraksi dengan perangkat berbasis Android, mengendalikan kamera digital (tipe/merek tertentu) dan masih banyak lagi.

 Pemrograman pada Arduino

Secara struktur program pada umumnya memiliki tiga bagian utama, yaitu deklarasi variabel (juga konfigurasi library jika ada), sub program setup dan program utama (main loop).

– Ada dua macam variabel dilihat dari cakupan dimana variabel itu bekerja. Yang pertama adalah variabel global yang cakupannya berada di seluruh program, sedangkan variabel lokal cakupannya hanya pada satu sub program atau satu loop tertentu seperti while dan for. Variabel global biasanya kita letakkan paling atas.

– Deklarasi sub program setup adalah berisi kumpulan instruksi atau pernyataan yang hanya perlu dipanggil satu kali saja. Contohnya adalah mengatur sebuah pin apakah sebagai input atau output . Juga untuk menyatakan variabel-variabel global dengan nilai awal.

– Program utama (main loop) adalah kumpulan instruksi atau pernyataan yang dilakukan secara berulang-ulang.  Di dalam program utama ini, kita boleh memanggil sub program lain yang bisa juga kita buat terpisah. Juga di dalamnya bisa kita sisipi iterasi (pengulangan) menggunakan while atau for. Ada banyak instruksi yang bisa kita pakai untuk aplikasi pemrograman di Arduino,

Author: 

No Responses

Comments are closed.