Bahan Magnet, Reluktansi dan Permeabilitas

 Listrik Dasar, Uncategorized

Reluktansi terjadi dari seberapa sulit garis gaya magnet melewati sebuah benda. Secara teknis, reluktansi adalah sebuah ukuran kebalikan dari benda yang memiliki fluks magnet. Besi dan baja mempunyai reluktansi yang rendah dan udara memiliki reluktansi tinggi. Permeabilitas terjadi dari seberapa mudah untuk memberi sifat magnet lagi pada suatu benda. Dengan cara yang mudah permeabilitas dan reluktansi adalah ukuran yang berlawanan dari benda yang sama. Reluktansi menjadi lawan dari fluks magnet dan permeabilitas menjadi mudah jika benda dapat diberi sifat magnetis lagi. Motor listrik dibuat dengan jarak udara yang sangat kecil antara armatur dengan medan untuk mengurangi reluktansi rangkaian magnet. Ini membantu membuat medan magnet yang kuat.

Magnet Tapal Kuda & Magnet Batang

Dari sifat-sifat logam terhadap kemagnetannya dapat dikatakan bahwa tidak semua logam dapat dijadikan benda magnet. Adapun bahan Рbahan logam berdasarkan sifat kemagnetannya dibagi menjadi 3 golongan yaitu

  1. Ferro magnetik : ialah jenis logam yang sangat mudah dibuat menjadi benda magnet dan sangat mudah dipengaruhi magnet. Contoh : besi, baja, dan nikel.
  2. Para magnetik : ialah jenis logam yang tidak dapat dibuat menjadi benda magnet tetapi masih dapat dipengaruhi magnet. Contoh : platina dan mangan
  3. Dia magnetik : ialah jenis logam yang tidak dapat dibuat magnet dan juga tidak dapat dipengaruhi oleh magnet. Contoh : tembaga, aluminium dan fosfor.

Author: 

No Responses

Leave a Reply