Alat Ukur Piringan Putar

 Alat ukur, Artikel, Uncategorized

Alat ukur piringan putar tidak menggunakan jarum penunjuk. Konstruksi meter piringan putar memiliki dua inti besi. Inti besi U dipasang dua buah belitan arus pada masing-masing kaki inti, menggunakan kawat berpenampang besar. Inti besi berbentuk E-I dengan satu belitan tegangan, dipasang pada kaki tengah inti besi, jumlah belitan tegangan lebih banyak dengan penampang kawat halus.

Prinsip Alat ukur Piringan Putar

Piringan putar aluminium ditempatkan diantara dua inti besi U dan E-I. Akibat efek elektromagnetis kedua inti besi tersebut, pada piringan aluminium timbul arus eddy yang menyebabkan torsi putar pada piringan. Piringan aluminium berputar bertumpu pada poros, kecepatan putaran sebanding dengan daya dari beban. Jumlah putaran sebanding dengan energi yang dipakai beban dalam rentang waktu tertentu. Meter piringan putar disebut kilowatthours (kWh) meter

Pengawatan kWhmeter satu phasa belitan arus dihubungkan ke terminal 1-3, belitan tegangan disambungkan terminal 2-6, Terminal 1-2 dikopel dan terminal 4-6 juga dikopel langsung. Pengawatan kWhmeter tiga phasa dengan empat kawat  L1, L2, L3 dan N memiliki tiga belitan arus dan tiga belitan tegangan.

Pengawatan kWH meter satu phasa dan tiga phasa

Pengawatan kWH meter satu phasa dan tiga phasa

1. Jala-jala L1, terminal-1 kebelitan arus-1 terminal-3 ke beban, terminal 1-2 dikopel untuk suply ke belitan tegangan-1.

2. Jala-jala L2, terminal-4 ke belitan arus-2 terminal 6 langsung beban, terminal 4-5 dikopel suply ke belitan tegangan-2.

3. Jala-jala L3, terminal-7 ke belitan arus-3 ke terminal 9 langsung beban, terminal 7-8 dikopel untuk suply ke belitan tegangan-3.

4. Terminal 10 dan 12, untuk penyambungan kawat netral N dan penyambungan dari ketiga belitan tegangan phasa 1,2 dan 3.

Author: 

No Responses

Comments are closed.